Pages

Powered by Blogger.

7.11.14

The heart wants what it wants

She released it the same week I have break down

My favorite part is

this is modern fairy tale
no happy ending
no wind in our sails
but I can't imagine 
a life without
breathless moments
breaking me down down down

And then she said on her IG's account


And I have played this song for thousand times (gimana mau move oonnn)

Ma Fi Qalbi Ghairullah
 

18.10.14

Pilihan

Sekarang pilihannya hanya ada 2:

Menyerah 

atau

Bertahan

Jika memilih untuk menyerah, akan menjadi sia-sia bulan2 kemarin

Jika memilih bertahan, sampai kapan?

8.9.14

Tujuan

Bagaimana jika tujuan masa depan sedikit berubah karena ada orang terdekat lo yang memberi saran? Bimbang? iya. Bingung? iya juga. Galau? pasti.

Yah, sebenarnya belum berubah, tapi lo jadi ada "pilihan" lain yang harus lo pikirkan juga.

Contoh paling realnya:
Si Gw pengen S2 jurusan A, tetapi suatu ketika si Gw ngobrol sama orang, dan orang itu ngasih saran buat si Gw ambil jurusan B aja, atau saran lainnya si Gw disuruh cari kerja lain yang masih berhubungan sama jurusan B.

Bagaimana kondisi psikis si Gw?

Bingung
Bimbang
Galau

Sejatinya dia hanya punya minat sedikit, tetapi tidak ingin mengecewakan si orang. Sejatinya si Gw emang begitu. Itu yang bikin si Gw suka kesel sama dirinya sendiri.

Jadi kalo lo jadi si Gw...........

4.9.14

Other blog

Please visit www.suberin7.com

Berhubung blog ini blog pribadi, gw sedikit ngisi konten 'scientific' di blog tersebut. hehehe

7.8.14

Kembali pada jadwal

Haloooo...

Sebelumnya, izinkan gw mengucapkan

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H
MOHON MAAF LAHIR BATHIN YAA..

Selamat kembali ke aktifitas sebelumnya setelah libur lebaran juga. Selamat yang kembali kuliah, kembali kerja. Termasuk gw.

Cuma pulang mudik selama 10 hari dan berasa kurang:

10:355 memang sangat jauh.
Baru saja sampai dirumah eh udah harus balik lagi ternyata.

Tapi harus tetap semangat demi kehidupan dan masa depan yang lebih baik

Harapan gw sekarang, semoga gw menjadi orang yang tidak banyak menuntut dan lebih bersabar :)
AMIN

1.7.14

Book Review: The Fault In Our Star

Tertarik baca buku ini gegara liat trailer filmnya (kelihatannya mengharukan), segera ke situs www.goodreads.com (situs kepercayaan gw buat liat review orang2 tentang suatu buku), dapat rating 4.48/5. Berarti bisa dikatakan banyak yang suka buku ini. dan liat comment2/review2nya, katanya buku tersedih yang pernah mereka baca.

Akhirnya ke Gramedia buat nyari buku ini. Awalnya pengen beli yang versi asli (English) seharga Rp 139.000, tapi karena lagi cekak keuangan akhirnya memilih yang terjemahan Indonesianya Rp 49.000. (Agak pelit emang :P)

Butuh waktu 5 hari untuk meghabiskannya (ditahan-tahan bacanya supaya nggk langsung habis dalam waktu singkat). Menceritakan sepasang cewek dan cowok yang mengidap penyakit kanker yang bertemu dalam suatu perkumpulan orang-orang yang memiliki penyakit kanker. Perjalanan cinta dan perjalanan mereka dalam mencari penulis novel kesayangan mereka.

Setelah membaca gw ngasih rating 2.5. Entah kenapa menurut gw biasa aja, gw bahkan tidak sampai menangis, mengingat gw gampang banget nangis kalo baca buku atau nonton film (Harpot 5 aja nangis terus kalo baca ulang). Apa karena bahasa yang sudah diterjemahin sehingga maknanya jadi berbeda? bisa jadi. Emang lebih enak baca sesuatu yang berasal dari penuturan bahasa aslinya.
Yang awalnya pengen nonton filmnya juga, malah nggk begitu minat lagi.

11.6.14

Indahnya Tepat Waktu

Well, seharusnya gw melanjutkan post tentang perjalanan gw 6 bulan yang lalu, tapi masih belum memindahkan foto-foto yang berkaitan sehingga post tersebut harus kembali ditunda.

Tepat waktu yang saya maksudkan adalah tepat waktu sholat. Betapa indah dan leganya ketika kita melaksanakan panggilan Tuhan tersebut tepat waktu. Ketika adzan berkumandang hendaklah kita menyegerakan berwudhu dan menghadap-Nya. Bukan bermaksud untuk memberi ceramah, hanya menulis post ini sebagai koreksi ke diri sendiri. I was once a procrastinator in this case. Selalu "nanti saja, toh waktunya masih panjang".

Tetapi sadarkah kita, dengan menunda-nunda berarti kita menunda-nunda berbicara dengan Tuhan. Tuhan yang telah memberikan kita segalanya. Apakah kita mau kalau Allah juga menunda rezeki kita? :)

Beberapa yang kita bisa dapatkan dengan tepat waktu antara lain perasaan lega. Lega karena telah melaksanakan panggilan Tuhan. Siapa yang bakal menjanjikan kita masih hidup jika kita terus menunda-nunda hal tersebut?
Selain itu kita tidak diburu waktu dan rasa malas. Contohnya Isya,waktu yang paling panjang, kalau kita menunda-nunda kita keburu ngantuk, malah sholat-nya asal-asalan ingin cepat selesai.

Kenapa kita tidak bersegera disaat waktunya ketika kita selalu datang sebelum waktunya untuk nonton bola, interview kerjaan, dll?

Alhamdulillah 

16.12.13

Travelling Part 1; Takengon (1)

Setelah hampir 2 minggu akhirnya gw punya waktu untuk menuliskan perjalanan gw ke Aceh tanggal 2-8 Desember kemarin. Gw ke Aceh ini karena memang tugas kantor, delivery aplikasi WebGIS dan training ArcGIS + WebGIS (gw trainernya lhooo, wahahaha). Tempatnya bukan di Banda Aceh, tapi di Takengon, Aceh Tengah.

Gw nggk sendiri sebenarnya ke Takengon ini, gw sama teman kantor gw Mas Arif 'Gozen' Wibowo yang selanjutnya gw sebut Mas Arif. Nah dikarenakan ke Takengon ini dari Banda Aceh memakan waktu 6-10 jam (bergantung lalu lintas) jadi seharusnya berangkat sehari sebelum waktu training. Seharusnya berangkat hari Sabtu 30 November tapi berhubung gw udah terlanjur pesan tiket dan hotel ke Singapore gw akhirnya untuk memutuskan pergi sendiri, Mas Arifnya duluan saja karena yang hari pertama memang untuk instalasi di aplikasi WebGIS-nya dan itu tugas Mas Arif (gw mah nggk ngerti instalasinya, bukan kayak instal software yang tinggal Next-Finish). Karena sendiri ini team leader gw, Kak Mira, khawatir karena secara gw cewek. Tapi akhirnya Kak Mira melepas gw pergi sendiri. Gw udah nyari-nyari tahu jalan ke Takengon, bahkan sampe nelpon orang Takengonnya buat cari tahu. Setelah bertanya sana sini akhirnya gw memutuskan untuk naik bus executive malam dari Medan. Kalau dari Banda Aceh dia pake travel L300 (mobilnya kayak mobil elf gitu) dan berangkat jam 9 malam. Kalo berangkat jam 9 malam itu kan nyampe2 jam 2/3 malam, dan kan hotel baru check in jam 1 siang. Sedangkan kalau naik bus, walau dia 10-12 jam, lebih nyaman.

Gw berangkat Senin (2 Desember) dengan pesawat siang. Dari Bandara Soekarno Hatta gw menuju Bandara Kuala Namu. Nah, berhubung Kuala Namu ini tidak berada di kota Medannya banget, gw harus ke kota Medan terlebih dahulu untuk bisa ngambil bus ke Takengonnya. Dari bandara Kuala Namu ke Medan ada 3 cara:

  1. Naik Kereta express +- 37-45 menit, bayar Rp. 80.000
  2. Naik Taksi Bluebird, harga tergantung macet tidaknya
  3. Naik bus Damri +- 1-2 jam bayar Rp 10 - 15 ribu (untuk damri ini ada 2 tujuan, Carrefour Medan Fair Plaza sama Amplas, dan berangkat tiap 15 menit)
Awalnya sih gw pengen pake kereta yang jam 16.45, habis itu nyari bentor (becak motor) ke pangkalan busnya. TAPIIIIII, berhubung pesawat gw delay 1.5 jam, gw baru nyampe Kuala Namu jam 5 sore, which is si kereta udah berangkat. dan kereta berikutnya baru jam 17.55. Akhirnya gw pake bus Damri yang ke Carrefour dan bayar 15rebu.
Nah dari Carrefour itu gw nyewa bentor buat ke jalan Gajah Mada, tempat pool busnya, nanya harganya dikasih sama abang bentornya 15rebu. Pas nyampe ke pool busnya ternyata mobil yang membawa penumpang ke terminal busnya barusan berangkat. Agak panik sih karena takut ketinggalan bus (gw sih pake acara sok-sokan makam cream soup kfc dulu di Medan Plaza itu). Tapi untungnya ada di Abang bentor yang mau ngebut. Sampai di gudang/terminal busnya (belum berangkat yeay) gw lari-lari ke loketnya untuk beli tiket seharga Rp 125rb dan dapat nomor bangku 26. Dan alhamdulillah busnya emang gede, tiap bangku luas, ada bantal, selimut, sandaran kaki. Gw yang notabene jarang bisa tidur ini bisa tidur lelap sampe-sampe Kak Mira yang nelpon-nelponin gw nggk kebangun. Ka Miranya sampe panik bahkan sampe nelpon Arief (Arkus) (cieeee #abaikan) buat nanya kapan terakhir kali kontak-kontakan sama gw. Dan semakin malam udara semakin dingin, karena daerah Aceh Tengah emang lumayan tinggi bahkan Takengon dikenal sebagai negeri di atas awan karena kita bisa jalan-jalan dibalik awan. Akhirnya sekitar jam setengah 7 pagi gw sampe di Takengon.

to be continue... 

1.11.13

drama

So...this life full of drama...

Tetapi terkadang drama itu sendiri bisa jadi drama yang membahagiakan, bukan seperti sinetron-sinetron yang dramanya selalu tidak masuk akal dan berkepanjangan tiada akhir. Kadang drama itu sendiri membawa senyum lebar di wajah kita.

Siapa yang menyangka drama ini telah disusun sejak lama, tanpa disadari dan tanpa ada clue yang terlihat?

:)

mungkin untuk saat ini gw baru bisa bilang suatu drama sedang terjadi di hidup gw, pada awalnya emang gw kaget (dan speechless) saat tahu hal yang sebenarnya dibalik drama ini. Tapi setelah itu gw selalu senyum-senyum jika ingat kebenarannya